Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Panduan Menganalisa Prediksi di Dalam Pertandingan Sepak Bola

image
Ketika menonton perbandingan sepakbola pada layar muka kita acap disajikan kesibukan tebak skor yang dijalani para empu. Walau mempesona, saya tidak percaya tebak skor adalah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sekadar untuk fun and games bolehlah, namun tentu tidak perlu dianggap serius sebab tidak ada pokok logika yang cukup untuk menebak skor akhir 1 buah pertandingan.

Luar biasa dengan memenggal siapa menjimbit yang dengan menang -- atau kalau pertandingan bakal berakhir secara seri. Menebak seperti itu natural saja dilakukan, walau di akhirnya bola itu luncai sehingga pemimpin pun acap kali salah diprediksi. Apa sebab? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini hamba akan bagikan beberapa trik membuat perkiraan yang langsung. Bukan bermanfaat saya tetap benar di dalam memprediksi 1 buah pertandingan. Tentu saja tidak, walaupun dengan segelintir berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran prediksi yang sedang tinggi: rata-rata 3 dari 4 antisipasi saya serasi kenyataan.

2 bulan sebelum terjadi, beta memprediksi bakal terjadi All German final di Persatuan Champions. https://panduanbet.info/menguak-alasan-kalah-judi-bola-online/ Pada final, dikategorikan di depan beribu-ribu warga Surabaya yang memenuhi sebuah daftar nonton membarengkan, saya memprediksi Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum itu saya pun meyakini kalau Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Buncit, saya mengira Belanda dengan mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin abdi tekankan disini adalah; antisipasi bisa benar bisa lengah, tapi yang penting satu buah prediksi mutlak harus memiliki dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka sisi keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap pula tidak dapat diprediksi berdasar pada 100%, makin prediksi menyerempet skor konklusi. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi menumpuk tajam.

Abdi ajak Engkau untuk menyelidiki beberapa bayangan terakhir hamba guna meriwayatkan beberapa prinsip penting yang saya tetap akan bermanfaat bagi Dikau saat mengira memprediksi sayembara.

Di antara antisipasi yang saya sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali hal mistar gawang Atletico]. Walaupun demikian siap logika dalam belakang perkiraan tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh kian berkualitas. Prasarana masa menggemakan ketidakrukunan pemain Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Mulai media heran saya merekam kabar kalau Ronaldo serta Mourinho pun tidak sepaham (berita menyerempet hal berikut baru menongol di Nusantara beberapa zaman lalu). Guna pelatih hamba paham benar arti kesyahduan tim di dalam dan di luar tanah lapang dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang lumayan on fire, yang membuat saya keji memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, bahkan saat 1 buah turnamen berlaku di mana pemain mesti terus bersama tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat pertandingan cup, kemonceran striker begitu menentukan. Saat pertandingan perkongsian kualitas zaman panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen menyunggi lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menentukan, walau kurnia keseluruhan kru juga mesti dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Nusantara saya menentang hati nurani. Secara subjektif hamba membela Indonesia tentunya. Namun, saat mengenakan kacamata berpanggilan objektivitas, kita semua pasti setuju jika Belanda suntuk di bagi Indonesia. Kemudian mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia mau bermain maksimum gairah, sehingga akan bisa mereduksi perlawanan ku
Sign In or Register to comment.